Perhatian :
Isi dan maksud dari thread ini bukanlah untuk menjelek-jelekkan gadget bermerek ‘Blackberry’ . TS sendiri menggunakannya, dan banyak teman2 di lingkunganku yang juga menggunakannya sebagai alat komunikasi dan penunjang pekerjaan.
Blackberry adalah sebuah gadget canggih yang positif dan bisa membuat kehidupan menjadi lebih praktis serta sangat menunjang kebutuhan komunikasi dan data.
Tapi, maksud dan tujuan thread ini adalah supaya kita semua sebagai pengguna gadget, apapun itu mereknya, senantiasa bercermin diri. Sudahkah kita gunakan gadget sesuai dengan porsinya? Apakah kita yang mengendalikan gadget itu atau gadget-lah yang mengendalikan kita? Hendaknya menjadi bahan renungan bersama.
Ceritanya..
Cerita ini kudapat dari tanteku. Kisah nyata ini terjadi di kantor tanteku.
Suami isteri yang merupakan kenalan tanteku ini, usianya masih 20an dan menikah di tahun 2008 akhir. Sebut saja namanya adalah Ani dan Budi.
Sejak masa pacaran, Ani dan Budi tergolong tipe anak muda yang menyukai gadget. Ani mengelola sebuah blog miliknya, sedangkan Budi berkecimpung di pekerjaan dunia IT. Setiap ada gadget baru muncul, Ani dan Budi biasanya paling cepat memiliki dan menguasai cara pakainya.
Ani di kantor tanteku dikenal suka mengajari teman-teman cewek yang gaptek untuk menggunakan HP smartphone, BB ataupun cara menggunakan notebook dan komputer.
Semasa pacaran, Ani dan Budi (kebetulan Budi beda kantor) juga komunikasi melalui BBM setiap hari. Mereka terbilang aktif sekali di BBM dan komunitas BB, bahkan Ani menjadi moderator mengelola beberapa grup BBM.
