Harap vs. Butuh

Saat aku minta pada Allah setangkai bunga segar, Dia beri aku kaktus berduri.
Saat aku minta pada Allah binatang mungil nan cantik, Dia beri aku ulat berbulu.
Aku sedih dan kecewa, betapa tak adilnya ini.
Namun kemudian, kaktus berduri itu berbunga, indah bahkan sangat indah,
dan ulat pun tumbuh berubah menjadi kupu-kupu yang cantik.
Ternyata itulah jalan Allah.
Allah tidak memberi apa yang kita harapkan, tapi Dia memberi apa yang kita perlukan.
Kadang kita sedih, kecewa, terluka, tapi jauh di atas segalanya, Dia sedang merajut yg terbaik untuk kehidupan kita.
maka yakinlah ^^’

Advertisements

Sadar untuk Butuh

Bernyanyi dan menarilah bersama dalam segala sukacita
Hanya biarkan masing-masing menghayati ketunggalannya
Tali rebana masing-masing punya hidup sendiri
Walau lagu yang sama sedang menggetarkannya
Berikanlah hatimu nama jangan saling menguasakannya
Sebab hanya Tangan Kehidupan yang akan mampu mencakupkannya
Tegaklah berjajar namun jangan terlampau dekat
Bukankah tiang-tiang candi tidak dibangun terlalu rapat?
Dan pohon jati serta pohon cemara
Tiada tumbuh dalam bayangan masing-masing.
(Kahlil Gibran, dalam Sang Nabi)

Pasangan?? Satu, tapi terdiri dari dua pribadi yg “beda”. Jadilah yang terbaik, bukan krn mengharapkannya memuji kita, namun lakukan untuk sebuah kebutuhan. Kesadaran inilah yg perlu ditanamkan pada saat nantinya kita telah menjalani hidup yg benar2 “berpasangan”. Akan ada benturan2 krn perbedaan itu krn background kehidupan yg berbeda.. orang tua, pekerjaan, dan lingkungan.. Namun hakikat pasangan adalah satu. Biarkan dia tetap menjadi dirinya sendiri, namun dengan tetap membawa visi dan arti mjd sebuah pasangan yg bernama “kesadaran akan kebutuhan”

bismillah,, semoga bisa pada saatnya nanti..

Cerita Siang

09 Juni 2011 jam 13.30

Gerah sekali siang ini. Banyak kerjaan dari tadi pagi, bahkan sampai tak sempat istirahat makan siang. Dan akhirnya terselamatkan oleh mati listrik. Yak dueeer, kompie saya gak pake UPS, dan merengut sedih lah si saya memandang layar hitam monitor. Kerjaan saya??? yasudah, pulanglah saya lebih awal dari jam seharusnya. Lha mau gimana lagi? Terlebih tmn2 senior yg lain jg kepala instalasi sudah lebih awal plg u/ “kondangan”.


Senangnya masih ada seorang teman yg selalu setia menunggu untuk menemani pulang, bercengkrama tentang uneg2 kerjaan dan jg pribadi masing2. “so thankful 2 have a friend like you”


Mari kita jajan bakso…!! haha, kata tmn2 kantor bakso di sini murah meriah dan mumer. Makan bakso sambil bercengkrama tentang segala hal sampai ada ibu peminta-minta membawa anaknya yg masih kecil. Bismillah, saya keluarkan uang ribuan, tidak banyak namun niat ikhlas u/ membantu. Semoga bisa sedikit mengurangi beban mereka.


Beberapa menit menjelang kami selesai makan, ada lg bpk2 tua yang meminta2. Kami berdua mengeluarkan uang receh dan saat kami membayar melewatinya masih jg dia menengadahkan tangan. “Loh bukannya tadi udah y??” pikir quw Tak disangka ‘ibu penjual bakso’ itu berkata “aq emoh mbak ngasi dia, wong dhe’e mobil’e 3 kok” “Haaah???” serempak kami kaget. “yg bener bu?? kok bisa?? dan kok masih minta2??” lanjut quw bertanya. “iku dinggo pesugihan,, ibu dikandani tonggo sing dodol kembang, sing gawene ditukoni sajen. Pesugihan iku akeh carane, salah sijine kon dadi pengemis” “waaah, what a surprise” i’m thinking. “mkane ibu ndak mau ngasih kalo dia yg minta, udah tau orang kaya kok masih minta2, buat pesugihan lagi” kami berdua ber-oooh ria dan manggut2 saja..


Terlepas dari memang untuk pesugihan atau apapun, kami ambil niatnya aja. Kami niat untuk berbagi, memberikan sedikit yg kami miliki u/ orang yg mungkin/terlihat membutuhkan. Allah tau niat kami. Biarlah Dia yg menilai dan membalasnya 🙂

Karma??

bermula dari sms seorang kawan yg bertanya ttg karma dlm Islam.. hoho..
menurut saya mah gak ada tuh mas hukum karma dlm Islam.. tapi memang ada peribahasa “siapa yg menanam,, dia yg akan menuai
nah klo peribahasa itu cocok tuh sama arti Q.S Al-Zalzalah ayat 7-8

“Maka barang siapa yg mengerjakan kebaikan seberat zarrah, niscaya dia akan melihat (balasan)nya. Dan barang siapa yg mengerjakan kejahatan seberat zarrah, niscaya dia akan melihat (balasan)nya”

jadi,, klo mau hidup aman dan tenang hatinya berbuatlah kebaikan.. soalnya klo berbuat kejahatan mesti ada rasa bersalah dan dikejar2 dosa (ya gak sih?? orang normal sih kek nya begitu)

tapi, kembali lagi ke individu masing2..
mau berbuat kebaikan atau kejahatan?? 😀

Ukhuwah

Ukhuwah itu bukan terletak pada pertemuan,
bukan pula pada manisnya ucapan di bibir,
tapi ukhuwah itu terletak pada
ingatan seseorang terhadap saudaranya di dalam DOANYA

uhibbu lillah ukhti karimah 🙂

krn dia seperti bintang,
walau jauh dia bercahaya
meski kadang menghilang dia tetap ada
tak mungkin dimiliki, tak bisa dilupakan
selalu dan selamanya di hati.. insya Allah 🙂

 

041010-230111

Husnudzon ^^’

… Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui.
(al-Baqarah: 216)

Bukankah Allah Maha Mengetahui apa yg terbaik buat hamba2 Nya?? maka berusahalah u/ selalu berbaik sangka. Dalam setiap kejadian yg dialami, pasti memberikan hikmah. Yakinlah, apapun yg terjadi adalah hal terbaik untukmu.

 

Allah memberikan apa yg kita butuhkan, tidak selalu yg kita inginkan ^^’